Postingan

Menampilkan postingan dengan label Poetry

Jernih

Malam itu Tetes hujan yang tersisa menemani pelukan kita Malam dingin yang hening Menunggu jarak antara kau dan aku ‘Aku berserah semakin malam’ Menghitung mundur, tak bisa tertidur Bayangan masa lalu menghampiri Saat kau hadir pertama kali di rumah ini Kau tahu perjalananku adalah perjalananmu Dan perjalananmu adalah perjalananku Kisahmu sejak saat itu jadi milikku Kisahku sepenuhnya pun jadi milikmu Aku menyaksikan pria yang semakin dewasa Membuka lembaran demi lembaran kehidupan Manusia tidak sempurna yang mau saling menerima Teman baik untuk bercerita segala Suami untuk berlayar sampai ombak dunia selesai Ayah untuk permata yang amat sangat berharga Malam itu Kau raih tanganku Hangat tubuhmu di sampingku Kita pejamkan mata bersama Sambil berpegang tangan erat Melepaskan hal-hal yang berat ‘Aku hanya ingin merasakan damai’ Hingga suatu hari nanti Kita berbaring bersebelahan lagi Entah di mana, di tanah bunga yang wangi Semoga kebaikan selalu menyertaimu Sabar selalu bertumbuh bersam...

Renjana

Putih berarak mengiringi surya yang hendak pulang Melebur dalam jingga, biru, kelabu Rintik-rintik berlalu Percakapan tentang buana menyambut malam Apa yang penting di dunia? Apa artinya bahagia? Jarum jam terus melaju Kau dan aku sama-sama tahu Keheningan punya jawaban Tanda tanya mengalah pada senyuman "Jiwa raga yang sembuh Rumah serta keluarga yang utuh Hati yang tulus menerima Berdamai dengan harap tak nyata" Katamu, yang sedari tadi duduk di hadapanku Yang kedua bola matanya mengisyaratkan haru "Kita bisa membuat pelangi kita sendiri Walau hujan tidak turun ke bumi Kita bisa menciptakan bahagia kita sendiri Yang tidak perlu orang lain ketahui" Sederhana, damai, dan bahagia Hanya butuh satu orang yang berbisik di telinga Bahwa diri ini sungguh amat berharga Dan menjadi salah satu yang terpenting di dunianya Salah satu yang memberi asa dalam hidup Sosok yang membuatmu selalu merasa cukup Di tengah peliknya menjadi dewasa Ada hang...

Moon and Depression

Gambar
I want a moon But I'm not a kid with rocket I just sit by the window Talking to my own shadow I want the moon But I'm just a kid without wings All I have is a broken swing Forced to keep and keep going I want the moon to save me alive But I don't even get its light It's dark, oh it's dark here Feel like I slowly disappear I burst out tonight Shattered by the fight Turning into a knight Tragic, in grief, and lost of sight Blind in a life mystery Wondering where place that I could be But I want the moon Does it always want me too? poem & painting by putri

Kereta Pulang

Gambar

Sick

Where's the happy little pill? I need one to heal and kill Feel like I failed at everything Fucked up everything I hate the year I'm really sick here Crying, screaming 'How to get out of this labyrinth of suffering?' Oh poor you messy princess You're running out of time Get up and leave your castle Live fiercely in hustle bustle Again With your mental ilness And laugh to cover sadness Home, 11/18/19 P.

Contemplation

So tell me, my dear self What do you want? What am I supposed to do? Cause lately I am stressed about you You are sick This life gets you pathetic You tremble Your house is cold and miserable So tell me What ruins your mind? What breaks your bone? What drags you down? Cause I don't know I really don't know Twenty nineteen isn't seemly your year But how can I help you here? Some people are trying to give you a hand You have to leave this terrify land You are too fragile in the dark Wish you could quickly spot the spark You are too tired to speak Wish you could shout it out on the peak Cause I don't know I really don't know Sometimes I hear you had a nice dream Sometimes I hear a day you want to scream Sometimes I hear you wake up easily Sometimes I hear you cry all the misery So tell me, my dear self What do you want? What am I supposed to do? Cause I love you A city, 9/4/19 P.

Luka

Gambar
Luka dan manusia-manusia yang menyimpannya Luka dan manusia-manusia yang menyimpannya Memendamnya Menghapusnya Menguburnya Melupakannya Menutupinya Mengobatinya Dan apa pun cara menyikapinya Tetap luka Membekas Tak terhempas Kau bisa lari ke ujung dunia Atau bisa lari ke alam mimpi Tetap luka Membuntuti Ketika kau mendarat di ruang yang sama Atau ketika matamu terbuka kembali Bahkan jika kau telah menabur bunga di permukaannya Apa yang telah menyakiti tetap bersarang di memori Walau hanya satu dua detik pasti Luka itu melintas atau melesat menyayat rasa Membekas Tak terlepas Kau bentangkan tirai untuk pertunjukan drama hidupmu Berjalan kau di sana disorot lampu-lampu Lukamu menari di balik tirai kelabu Kau sempurna memeluk masa lalu Kota hujan yang tenang, 18 Agustus 2019 P.

P

Kertas pena Gawai dengan berbagai rupa Atau mungkin Cukup di kepala Mengendap saja dalam jiwa Setiap orang berpuisi dengan caranya sendiri Berpikir kala memandang dan menerjemahkan kehidupan Tak selalu dengan jari yang menyalurkan kiasan Dan rangkaian kata yang melahirkan tulisan Kita sembunyi di balik puisi Atau puisi yang sembunyi di dalam diri Setiap wajah yang ku temui adalah puisi bisu Setiap puisi yang ku tulis adalah kisah tak halu Sebab puisi tumbuh di hatimu, memekarkan mawar merah Mengalir di hari-harimu, meluapkan gundah resah Sebab puisi begitu dekat dan mudah Berteman seni di setiap derap langkah Bahkan dalam bahasa rintihnya, ia berlagu indah Kereta Jakarta-Bogor, 28 April 2019 PR.

Melancholy Morning

Gambar
Be alive, my king. It was the battlefield For him and his suffering I was the who was there, crying Witnessing the collapse of my king At this moment My armour isn't shining My soul filled with grief feeling I stand with melancholy morning Earth, the morning after the full moon 4.24.19 -PR

Gadis di Musim Dingin

Gambar
Seorang gadis membanting pintu, memeluk diri Melangkah keluar tanpa alas kaki Mencari perlindungan Terpaku di tengah jalan Matanya membidik orang-orang yang berlalu lalang Pipinya basah, jiwanya resah Meratapi tangan yang tak menggenggam apapun Pikirannya melayang jauh ditiup taifun Matanya semakin memerah, tubuhnya lemah Merasa yang paling tak berguna di riuhnya kota Terperangkap oleh pikiran buruk dan ucap tak mampu Asanya patah, wajahnya lesu ditutup malu Beberapa orang mencoba untuk mengulurkan tangan Memberi selimut bahkan hunian Tetap tak ada yang membuatnya sehangat dulu Hatinya dingin diliputi rasa pilu “Aku sudah berjalan sangat jauh,” berbisik untuk telinganya sendiri Sambil melepas ikatan pada lehernya Yang mencekik kebebasannya Yang mudah memudarkan senyumnya Lalu ia melihat percikan api di ujung jalan Matanya berbinar tersilaukan Langkah-langkah kecilnya menghampiri cahaya Menggugurkan salju yang bekukan rasa pe...

Ingin Ku Sampaikan Sejak September

Gambar
Buku puisi 'Anomali Hati', goresan tinta Putri Cendana & Elizabeth Stefanie Ubur - Ubur Seingatku, setiap manusia mempunyai hati. Adakah kamu ubur-ubur? Dan jikalau benar, ku kirimkan surat ini untukmu di laut biru kelabu. "Hai, Tuan Ubur-Ubur, apa kabarmu, dalam indahnya laut biru tanpa batas? Juga tanpa aku yang selalu menyayangimu namun tetap melepasmu menuju bebasnya laut. Entahlah, apakah aku yang mengusirmu perlahan atau kau yang memilih untuk beranjak. Entahlah- ah, sudahlah, aku tak pernah mau mengingatnya perkara di mana kita berpisah. Omong-omong, adakah seseorang menjadi ubur-ubur jikalau ia meleburkan diri ke laut biru? Aku ingin menjadi ubur-ubur. Sepertimu. Ah, jika suatu hari nanti aku bisa memilih hendak seperti apa aku dilahirkan, aku lebih memilih menjadi ubur-ubur. Agar kelak tidak ada lagi, tarik menarik antara otak dan hati."

Udara Pagi

Gambar
Sound: Uncomfortable - Wallows Mataku tak bisa terpejam semalam Seperti malam-malam berat yang kau ceritakan Hingga fajar memanggilku untuk keluar Melepaskan harapan kita yang selama ini bersangkar Aku menghirup udara pagi Untuk jiwa kita yang baru Jiwa yang selama ini terbelenggu Menyepi palsu membenam rindu Aroma tubuhmu hangat bagai sinar mentari yang masuk ke celah-celah jendela Kau melangkah keluar dari pintu rumahku Sambil mengatakan kejujuran untuk selalu tinggal Untuk kisah yang kita tahu kan selamanya kekal Bergegas kasih, kereta kita menunggu Aku tak tahu di mana peronmu Kau tak tahu di mana peronku Kita tak tahu di mana peron untuk masa lalu Sebelum berjalan, santaplah sarapan yang Tuhan beri Secangkir kenyataan pahit dan semangkuk perasaan dengan rasa paling kuat Jangan lupa bekal yang sudah kita buat Sampai jumpa entah di mana Aku berangkat lagi Kereta Bogor - Jakarta, 9/9/18 PR.

Jangan Tenggelam

Jangan tenggelam dalam ombak ketakutan Jangan berakhir dalam lautan penyesalan Bernafaslah dan merangkak ke tepian Aku kan meraihmu di tengah deras hujan Jangan tenggelam dalam ombak keegoisan Jangan berakhir dalam lautan kesedihan Berjalanlah dan layarkan angan Aku kan berlutut di tengah badai kehidupan Kita kan melaju lagi dengan perahu kertas Dengan kata-kata gila tanpa batas Menyuarakan kebisuan Meneriakkan senyap Menyihir sendu menjadi lagu Memeluk waktu dan trus melaju Hanya saja Jika kau bertahan dalam ombak pilihan Jika kau mengapung dalam lautan kepasrahan Berenanglah dan teguk air kedamaian Aku kan tersenyum di tengah ketetapan Tuhan Jangan tenggelam Jangan pernah tenggelam - 12/07/208 PR

Hari Ini

Gambar
Kemana saja hari ini? Apa yang telah kau lalui? Apa yang kau pikirkan? Jakarta Tawa Kereta Tiba. Pesan Bicara Diam Malam. Jalanan Ingatan Hujan Kesedihan. Lamunan Sesal Tangis Sembunyi. Hidup Mati Palsu Berlalu. Paksa Asa Coba Upaya. Lagu Sendu Bulan Bintang. Gadis Lelah Senyum Rumah. Bogor , 27 April 2018 -PR

Teram

Gambar
Karena menggenggam terlalu erat itu berat. Biarkan terbuka, luruhkan semua luka. Entah masih sama atau tidak Hati kecil yang paling tahu Keyakinan terkadang berbisik mesra Namun logika tetap tak mau terima Aku dan kamu penuh serta rapuh Telah berdiri nan jatuh Beberapa tahun terakhir Menatap masa depan yang bertabir Sia-sia tapi tak sia-sia Masygul mesti berbahagia Tak ada yang kabur dari ingatan Saatnya melebur dengan keikhlasan Saatnya kembali pada sang pemilik hati Gelap terang kita nikmati Jika tanganku ini pernah menggenggam Angkatlah milikmu nanti malam Biar bintang bertaburan di telapakmu Biar rantai terlepas dari jemariku Kita tak akan tersesat Jika jiwa kita ditakdirkan melekat Atas upaya yang pernah diabaikan Keyakinan yang pernah diragukan Setia yang pernah dipudarkan Terima kasih ku haturkan Aku dan kamu utuh serta rapuh Kala dekat atau jauh Kita tetap kita Kita punya cerita Bogor, 30 Maret 2018 Putri.

She

Gambar

The Dawn I Almost Forgot

Gambar
No more insomnia which are forced. Thank you for the screening. I'm not like the others Who only took the short screen in the theaters I sat until the midnight Didn't care if the light was too bright Out of that building The stars were falling But I was faithful Always faithful While the sun was ready to wake up I leave myself trapped and messed up I almost forgot about the dawn Too fragile to let the movie done All right, we may continue this tomorrow I should go home and wash the sorrow I'm chasing the dawn, taking a peek of the glitter behind the mountain While you're taking so much from me yet offering nothing in return - Bogor March's Sunday morning, 25, 2018 PR

Tanah Bunga

Tak perlu jadi burung untuk diam-diam hinggap di sana Tak perlu melayang untuk sekedar dekap namanya Meski tak pernah ada tatap sebelumnya Salah satu dari sekian tujuan adalah tempatnya Aku tahu siapa yang dibicarakan Sepanjang hari terlintas dalam pikiran Aku pasrah dengan segala ketidakpastian Namun mengunjunginya masih menjadi suatu keinginan Jakarta 20 Maret 2018 PR

Sidewalk Poem

Gambar

You and Your Dishonesty

Gambar