Postingan

Menampilkan postingan dengan label Story

Kisah Seorang Putri II

Pada suatu hari, seorang pangeran datang kembali ke istana. Sesampainya di istana, ia langsung menemui dan mengajak seorang putri ke suatu taman yang tak terduga. Di sana ia meminta maaf karena telah meninggalkan putri untuk pergi ke medan perang tanpa izin, sebab ia harus bertarung atas kesalahannya sendiri. Setelah ia memenangkan mahkota kepercayaannya kembali, ia memutuskan untuk pulang, dan di taman itu sang putri menyambutnya dengan sangat hangat. Sang pangeran berkata bahwa ia sangat lelah berperang, ia berjanji tak akan meninggalkan istananya lagi. Siang berganti malam, malam berganti siang. Terik matahari dan cahaya rembulan mereka nikmati bersama. Hari demi hari mereka lalui tanpa ragu. Mereka tinggikan tembok-tembok istana agar tak diserang musuh. Sang putri selalu setia dan mendukung apa yang pangeran rencanakan. Ia selalu pastikan bahwa baju baja pangeran selalu siap untuk berperang dan pedangnya selalu mampu membuat musuh ketakutan. Lebih dari itu, pedang yang sang pu...

Novemberain

Gambar
Her yesterday's midnight driving She's just a little girl who's growing up in a big city. Sometimes she lives in the poems, but sometimes she doesn't even know how to speak the words. She just doesn't want to, exactly. Because sometimes the words just can't help. Sometimes keeping everything in the deepest hole of her heart is the best way. No matter how blissful or painful it is, when her mind is getting overwhelmed and her soul's craving the rest, she just takes a breath, closes her eyes, and makes it silent. The pain, the past, have strenghtened her since the days of dry season few years ago. Last night she realized that it's already wet one. The sixth, since she met the start of her love-life journey. Last night, when she was running out of words, she stared at the drizzle. She freezed the raindrops by her camera as recalling the movie she had just watched. The dialogues, the plots... she just couldn't... . Oh well, she cried. Comparing the ...

You and I

Gambar
It was afternoon, in the canteen. You and I met for the first time. You and I just had a very short conversation as a buyer and a seller. After that, you and I knew name each other. You and I became friend. You and I are friend on facebook too, where you asked my phone number to get a little closer. You and I often text each other when you and I were already at home after school. You and I shared about everything; school, family, music, unimportant things, even broken heart. You and I were different. You and I were two students with different class, major, district, and also extracurricular. You and I often got judgments from others because of this contrast but who cared? You and I were teenagers who got trapped in a school with greenroof, then fell in love. You and I left bitter sweet memories there. You and I had much glorious days together. It was wonderful just like fairytale. You and I had different way to show affection. You and I finally knew how high school love story felt lik...

I

It was afternoon, in the canteen. I was on duty, practicing entrepreneurship course, selling food and drink. I saw a boy with his unique giggle, crossing my stand, even buying some food. I felt annoyed. Then I officially became his senior. Never expected that I would be his close friend ‘til he phoned me one day and asked one special question. I was just an ordinary student at school. I was a part of discipline kids. I studied hard Monday ‘til Friday and had fun on weekend with friends or fams. I joint fine art class. I was also one of English Club members. I loved sitting in front of library, watching friends who were playing guitar on the other corner, having good conversation with good friends while waiting the twilight to go home. I often got insomnia. I did my assignments ‘til midnight and watching youtube as an interlude. Ough! I had ever broken the rules, didn’t come to class and miss mathematics exam just because the concert of my favourite musician. Out of school. I was t...

YOU

It was afternoon, in the canteen. You still wore your junior high school uniform. You caught my eyes with your unique glances. You giggled freely, annoyed me so funny. Then you finally wore that vocational school uniform. You looked cute wearing that suit. You were a chubby-cheeks boy who dated a laptop everywhere. You often got some candies from me when your class was moving. You break the rules sometime. You came late. You got the punishments. You made the seniors even the teachers mad at you. You did such epic actions and that was okay. Those things would always be remembered. You had coloured your days at that moment. It was cool, you know. When your friends just became ordinary pupils and tried to keep their safe circle, you just created something magnificent to your school life. Out of school. You were a spoiled boy who really loved your mommy. You learned playing a guitar from your brother. You got a folding bicycle from your sister. I believe that you were also a lovely so...

RED

I used to think that we were forever , but I  knew you were trouble when you walked in . I've  been spending the last eight months, thinking all love ever does is break and burn and end . Sometimes i n dreams, I meet you in warm conversation.  We both wake in lonely beds, different cities. T ime is taking its sweet time erasing you, and  you've got your demons and darling they all look like me .  I bet you think I either moved on or hate you 'c ause each time you reach out there’s no reply . To be blunt,   you still fit in my poems like a perfect rhyme. And  there we are again when I loved you so .   R ight before your eyes,  I’m breaking and fast.  No reasons why, j ust you and me .  We're happy free confused and lonely at the same time.  It's miserable and magical .   Oh my, what a marvelous tune,  it is the best night when y our eyes look like coming home .  I love you because you have given me no choice bu...

Kisah Seorang Putri

Seorang putri belia menambatkan hatinya pada seorang pangeran yang tangguh. Sang pangeran telah mencuri hatinya dengan sempurna. Mereka saling jatuh cinta dan berangan untuk bisa hidup bersama. Mereka ingin membangun istana megah di akhir perjalanan cintanya. Setengah windu mereka beriringan melalui jalan yang berliku, akhirnya mereka harus menerima kenyataan pahit. Benar kata syair lagu yang pernah mereka nikmati, bahwa ada banyak bentuk cinta namun tak semuanya bisa bersatu. Mengapa? *** Putri dan pangeran saling mencintai satu sama lain. Mereka ingin terus bersama selamanya. Kerajaan pun telah sepakat. Raja dan ratu bisa melihat mata putri berbinar tiap kali berbicara soal pangeran, begitu pula sebaliknya. Cahaya di matanya menunjukkan ada cinta yang dalam. Mereka tahu apa yang putrinya inginkan. Mereka tahu siapa yang duduk di singgasana hati putrinya. Namun penyerahan tahta tak semudah itu, meski keyakinan sang putri semakin kuat setiap harinya. Hingga suatu hari pangeran...

Short Story: Kotak Dari Masa Lalu

            Apa yang telah ku lakukan  lima  tahun terakhir ini? Membohongi diriku sendiri. Tidak kah ada jalan keluar untuk berhenti menyiksanya? Aku telah mencoba, bahkan sempat menemukan jalan itu dan ada yang ingin membantuku untuk keluar, namun apa hasilnya? Sesungguhnya aku tak bisa. Aku terlalu lama berada disini, mencintai jalan yang dibuntukan oleh seseorang yang dulunya berjalan di jalan yang sama, bersamaku. Dia memegang kendali cukup besar, menjajikanku sebuah pelangi dan cahaya-cahaya terang di ujung jalan, aku tak ingin melepaskannya karena hanya dia yang ku rasa mampu menemaniku di jalan ini. Jika dia pergi lebih dulu, aku kehilangan peta hidupku, aku akan tersesat. Dan kini, semua itu terjadi. “Pada akhirnya kau akan menemukan rumah terbaik untuk pulang.” “Aku sudah menemukannya.” “Silahkan berlayar lagi.” “Aku sudah menemukannya” “Silahkan terjang ombak-ombak di lautan.” “Aku sudah menemukannya.” “Silahkan berla...

Flawless

She wakes up in the morning, feels calm and blessed. She starts the day and everything's okay.  She has many friends and really enjoys her life. She's thankful for every good thing she's got. Like most of the girls in this world, she's known a word that can change many things. A word that can change people's life. A word that can affect your heart. Love. She feels that she falls in love with the same person everyday. Her heart is tied up by someone she met few years ago. Then they become lovers till now. They made a plan. They wish they would be always together, forever, but they still don't know what the future brings. So, they just walk on their way to keep staying no matter what happened. They through seasons and wait the time to answer. Time and distance are such friend, also enemy, during their earth rotates. But she believes that their sfruggles won't be meaningless. It deserves something best. Although they still don't know what its final...

We Are In The Same Earth, Same Love.

Gambar
WE ARE IN THE SAME EARTH, SAME LOVE Awan “Aku awan. Di atas langit biru. Jauh darimu. Garis bumi memisahkan kita, menahanku. Kita tak pernah bersentuhan.  Namun dari sekian banyak bunga yang bermekaran di bawahku, mataku melihat bahwa kau yang terindah. Membuatku betah menaungimu hingga angin  pun tak bisa memindahkanku. Ingin ku mendekat namun tak kuasa, batasan itu membuatku ragu untuk berani. Aku tak bisa mencium kelopakmu atau memeluk dedaunanmu. Namun percayalah, aku tetap tinggal di atasmu. Saat kau kering, ku biarkan sang kelabu menutup raga ini, ku teteskan air mataku untuk menyegarkanmu kembali. Ya, lewat hujan aku berbicara. Saat kau layu, ku ajak pelangi untuk membuatmu tegak kembali menatap warna-warni dunia dan agar kau berhenti merunduk. Kau terlalu cantik untuk bersedih.  Ya, lewat pelangi aku berbicara. Tak bosan pula ku temui mentari agar selalu menyinarimu, membuat hari-harimu bersinar, cerah. Ya, lewat mentari pula aku berbicara. Dari ata...

Short Story: Seseorang yang Lain

Toko buku yang letaknya tidak jauh dari rumahku adalah tempat favoritku. Dan sekarang aku berada di dalamnya. Aku sudah membawa beberapa buku untuk aku serahkan ke kasir, namun… “BRUCK!” seseorang dari arah berlawanan menabrakku, pasti dia tidak sengaja menjatuhkan buku-buku ini.             “Maaf, aku gak sengaja. Sini biar aku aja yang beresin.” Laki-laki itu merapikan bukuku yang berantakan di lantai, kemudian membantuku membawakannya ke kasir. Sepertinya ia sedang buru-buru. Sebelum meninggalkanku ia kembali meminta maaf dan memberikan senyum yang manis. Aku tak sempat mengucapkan terima kasih.             Sesampainya di rumah wajah laki-laki yang menabrakku tadi menghiasi soreku. Sepertinya aku pernah melihat dia, tapi dimana? Pertemuan singkat tadi membuatku merasakan hal yang berbeda. Senyumnya manis sekali. Bagaimana mungkin aku suka pada seseorang secepat itu...