Postingan

23 on 25

Gambar
Bogor, Aug 25 2018 Trying to remember all the little good things happened yesterday. --- She was her dad’s favorite little daughter and her mom’s growing princess. She woke up in the morning by turning the light up in her bedroom. She prayed and flew her wishes to God. About 6 a.m. her parents came without knocking the door and hugged her tightly. They didn’t say much but she could clearly hear everlasting ‘I love you(s)’ from their quite mouth. Oh! The night before, she just back home from next-door city at 10 p.m. Yes, she got a job in metropolis which forced her to go back to a place called home just once a week. She was surprised by a birthday cake that was put on her desk before sleeping. She never asked anything for she knew she already had everything that she called: fam.ily. Just like other girls in their morning routine, helping mommy to do anything like making breakfast, cleaning the house, etcetera. Then she danced, she sang, she set herself free. Randomly playing ‘...

Why

Gambar
via pinterest I know a boy, he's like a curse We want each other, no one will break first So many nights, trying to find someone new They don't mean nothing compared to him, and I know When people ask about us, now, we just brush it off I don't know why we act like it means nothing at all I wish that I could tell you that you're all that I want I pretend that I'm not ready Why do we put each other through hell? Why can't we just get over ourselves? And you say hi like you just met me Why do we put each other through hell? Why can't we just get over ourselves? Why can't we just get over ourselves? When I hear you sing, it gets hard to breathe Can't help but think every song's about me And every line, every word that I write You are the muse in the back of my mind Don't want to ask about it 'cause you might brush it off I'm afraid you think that it means nothing at all I don't know why I won't admit ...

Jangan Tenggelam

Jangan tenggelam dalam ombak ketakutan Jangan berakhir dalam lautan penyesalan Bernafaslah dan merangkak ke tepian Aku kan meraihmu di tengah deras hujan Jangan tenggelam dalam ombak keegoisan Jangan berakhir dalam lautan kesedihan Berjalanlah dan layarkan angan Aku kan berlutut di tengah badai kehidupan Kita kan melaju lagi dengan perahu kertas Dengan kata-kata gila tanpa batas Menyuarakan kebisuan Meneriakkan senyap Menyihir sendu menjadi lagu Memeluk waktu dan trus melaju Hanya saja Jika kau bertahan dalam ombak pilihan Jika kau mengapung dalam lautan kepasrahan Berenanglah dan teguk air kedamaian Aku kan tersenyum di tengah ketetapan Tuhan Jangan tenggelam Jangan pernah tenggelam - 12/07/208 PR

Monolog Harapan dan Kenyataan

Meski melakukannya tidak semudah menuliskan dan mengucapkannya, tapi aku berani bilang dan percaya bahwa jalan keluar terindah untuk semua ini adalah:  ikhlas. Begitu kataku di salah satu tulisan yang aku buat tahun lalu. Masih aku lakukan sampai detik ini. Mencoba lapang dan berserah atas apa pun yang Tuhan tentukan. Meleburkan harapan sepenuhnya sampai hati ini tak tahu mau apa. Tapi aku manusia. Pernah hancur. Jadi, entah mana yang namanya lembar terakhir. Hari ini atau hari esok? Apakah kita sudah benar-benar tertutup atau masih harus menunggu? Aku rasa kita pernah sangat terbelenggu. Apakah masih atau tidak? Aku tak pernah dapat ide pokokmu. Selalu bermain dan bersembunyi di balik kata-kata. Kita saling bersandiwara. Kita kehilangan makna. Terbuai dalam asa yang katanya mati, tapi hei aku tahu kau juga manusia. Kecewaku tidak sendiri. Kita tak pernah coba untuk duduk di meja yang sama, meluruskan sudut pandang agar senantisa seimbang. Bukan untuk mengotak ngatik jalan ceri...

Hari Ini

Gambar
Kemana saja hari ini? Apa yang telah kau lalui? Apa yang kau pikirkan? Jakarta Tawa Kereta Tiba. Pesan Bicara Diam Malam. Jalanan Ingatan Hujan Kesedihan. Lamunan Sesal Tangis Sembunyi. Hidup Mati Palsu Berlalu. Paksa Asa Coba Upaya. Lagu Sendu Bulan Bintang. Gadis Lelah Senyum Rumah. Bogor , 27 April 2018 -PR

Memaknai Hari Kartini

Gambar
Raden Ajeng Kartini memiliki jasa yang besar untuk perempuan di Indonesia. Caranya memperjuangkan emansipasi wanita tentu sangat menginspirasi kita. Banyak teladan baik dari sosok ibu Kartini yang bisa kita ambil. Sebagai perempuan generasi penerus bangsa, kita sudah seharusnya melanjutkan apa yang diperjuangkan oleh pahlawan nasional kita. Girl power yang dimiliki ibu Kartini begitu hebat, kita harus bersyukur atas kontribusi yang sudah beliau berikan untuk perempuan di negeri ini. Mungkin kita belum bisa menciptakan sesuatu atau perubahan yang besar untuk lingkungan sekitar kita, tapi kita bisa melanjutkan perjuangan ibu Kartini dari mulai hal-hal kecil. Berawal dari diri kita sendiri dan bergerak dari hati kita sendiri. Mari kita renungkan dan lakukan hal-hal berikut ini : 1. Evaluasi Diri Ini adalah hal pertama yang harus kita lakukan. How far we’ve gone. Apa yang sudah kita lakukan selama ini? Apa yang sudah kita capai? Apakah kita sudah menjadi pribadi yang lebih baik dari...

Teram

Gambar
Karena menggenggam terlalu erat itu berat. Biarkan terbuka, luruhkan semua luka. Entah masih sama atau tidak Hati kecil yang paling tahu Keyakinan terkadang berbisik mesra Namun logika tetap tak mau terima Aku dan kamu penuh serta rapuh Telah berdiri nan jatuh Beberapa tahun terakhir Menatap masa depan yang bertabir Sia-sia tapi tak sia-sia Masygul mesti berbahagia Tak ada yang kabur dari ingatan Saatnya melebur dengan keikhlasan Saatnya kembali pada sang pemilik hati Gelap terang kita nikmati Jika tanganku ini pernah menggenggam Angkatlah milikmu nanti malam Biar bintang bertaburan di telapakmu Biar rantai terlepas dari jemariku Kita tak akan tersesat Jika jiwa kita ditakdirkan melekat Atas upaya yang pernah diabaikan Keyakinan yang pernah diragukan Setia yang pernah dipudarkan Terima kasih ku haturkan Aku dan kamu utuh serta rapuh Kala dekat atau jauh Kita tetap kita Kita punya cerita Bogor, 30 Maret 2018 Putri.